** malingsia ! malingsia !
begitulah umpatan bertubi-tubi dari mulut yang menganga
yang bantingan tulang penuh retak lunglai
dan butir keringat tanpa daya
** malingsia ! malingsia !
maki di hati penuh amarah koyak nestapa
karena hidup demikian sulit dan terbatas
untuk menjilat rizki harus pula lari
ya.. lari dari negeri sendiri
** malingsia ! malingsia !
tutur dendam namun kaki kelu tak beranjak
mulut kembali menganga menggerus mata uang asing
negeri kaya negeri begitu congkak penuh riya
terbatas kawasan tapi gemar meniru segala hal dan sentosa di mana-mana
sementara butir keringat semakin menetes
dari belahan paha dan ketiak berbau sangit
** betapa kemiskinan membuat manusia ...