Seorang Raja yang sudah tua melakukan sayembara memilih punggawa terbaik di negerinya. Raja yang tidak memiliki putra Mahkota, namun hanya memiliki seorang putri cantik itupun memberikan ujian kepada seluruh punggawa yang mampu menyeberang sebuah sungai yang penuh dengan buaya.
Singkat cerita, hanya ada seorang pemuda yang terjun, berenang dan berhasil menyeberangi sungai yang lebar itu sampai ke seberang.
Di seberang sana Raja menyambut dengan tongkat pralambang mahkota dan sorak sorai penduduk negeripun mengikuti keberhasilan pemuda itu.
Lalu Raja berkata, “Anak muda, pilih diantara 3 hadiah: Memiliki setengah daerah taklukan kerajaan ini; Menjadi panglima atau menjadi suami dari Putri Raja?”
Lalu pemuda itu dengan nafas ngos-ngosan menjawab Raja.”Baginda Raja, Ampuni hamba, hamba hanya ingin tahu dan dibawakan kesini siapa yang tadi mendorong hamba ke sungai.”
Begitulah cerita itu dikisahkan sebagai pralambang keberanian hidup. Raja bijak itu membuat buaya-buaya yang dipastikan sudah kenyang - yang tidak membutuhkan makan untuk sementara waktu sebagai penakut bagi para punggawa. Namun pada kenyataannya kita juga demikian, kekurang pengertiann dan ketakutan kita menganggap segala sesuatu itu bahaya lalu kita tidak berani melangkah.
Pesan moral cerita ini yang ingin kami bagikan adalah:
1. Kita sering dihadapkan pada tantangan binatang-binatang buas yang sudah kekenyangan dalam perjalanan perjuangan hidup. Ironisnya kita sering dikalahkan oleh ketakutan kita sendiri.
2. Cerita ini tidak fokus berbicara tentang hadiah, namun bercerita tentang adanya dorongan positif dalam hidup kita setiap waktu yang sering kita abaikan.
3. Jika dengan dorongan orang lain kita bisa berhasil dalam hidup, tentunya dengan motivasi diri sendiri akan jauh lebih berhasil asal memiliki keberanian.
Selamat siang sahabat, selamat memberanikan diri dalam berjuang di segala aspek kehidupan.
*Pieces of keys
FB : Bread for Friends
Note : Ide cerita ini ada di cerita yang lain, yang ditulis oleh penulis yang lain dengan cara bercerita yang lain pula.