"Petiklah Hari dan Jadilah Terang"---
Find me at http://www.kampungfiksi.com/
Follow us at Twitter @kampungfiksi, akan ada Januari 50 ribu K dan ~~Jelang Workshop Menulis n Blogging
Sudah 189 kali Nina menulis surat cinta buat sang kekasih hatinya. Surat cinta dengan kata pengantar yang romantis. Selalu membawa musim serta alamnya. Selalu ada matahari dan bulan ,melirik butir-butir kata di surat itu. Selalu berisi kerinduan pekat. Selalu teruntai ucapan cinta membumbung tinggi. Selalu ada cinta terbentang luas di antaranya. Tak luput selalu ada pertanyaan, “Kapan Kau datang?”, dan selalu ada kecup hangat. Terakhir selalu ada stempel bibir merah milik Nina.
Waktu memang berjalan cepat, tanpa bisa dari kita memberhentikannya. Nina sudah pasti tidak bisa. Namun Nina bisa menghitung surat yang ditulisnya. Surat yang tidak pernah sampai di tangan kekasihnya. Surat yang tidak pernah melalui udara. Surat yang tidak mengenal darat. Surat yang tak bisa berjalan di atas laut. Surat yang tidak tahu tangan pihak ketiga. Surat yang emoh terbang bersama burung merpati. Surat-surat yang hanya dibiarkan saja berserakkan di ruang Nina.
Ya, surat-surat yang tak pernah benar-benar dituliskan mengunakan tinta, melainkan tertulis hanya di kepala Nina saja. Ya, surat sebanyak 189 ada di otak Nina.
“Kekasihku nyata, tapi aku tak berani mendekatinya,” lirih Nina.