Selepas magrib om dian jalan jalan keliling desa , sambil silaturahmi mengunjungi warga siapa tau ada yang baik hati nawarin makan.. maklum om dian seharian belum makan…. Di jalan dia berpapasan dengan asih sekdes ,” ikut sama saya aja yukk om ke rumah dorma.. tadi siang dia dapat rejeki nomplok pasti dia mau traktir kita makan “
Om dia berjalan beriringan dg asih sekdes, di tikungan jalan dari balik pohon rambutan tiba tiba muncul sepasang anak muda , yang pria berambut panjang di kucir yang wanita memakai jilbab putih, ternyata itu budi van boil sama ve ravesya.
“ ayoo om kita makan tapi om yang bayarin ya “ budi nyeletuk
“ Ve ikutttttt ya.. siapa yang bayarin… budi ya ? ujar ve bersemangat
“ oke deh kalau begitu aku yang bayar “ budi akhirnya mengalah dan mereka berempat sepakat pergi menuju ke warug ketopraknya mas chevil ripai.
Mereka makan dengan lahap, semua makanan yang tersedia di meja ludes di lahap.. om dian malah sampai nambah 3x begitu pula dg asih dan ve ravesya, “ mimpi apa ya kita semalam .. baru kali ini yang namanya budi umep van boil mau bayarin kita makan hehehe “ ve kegirangan
Setelah selesai makan , budi memanggil mas chevil pemilik warung ketoprak untuk membayar, dikeluarkanya dompet dari saku celananya, melihat dompet warna merah jambu di tangan budi ve langsung berteriak “ budiiiiiii itu dompet yang tadi ve titipkan !”
“iya ve..emang kenapa ? budi menjawab dengan wajah polos tanpa dosa..
“ budiiiiii itu memang dompet punya ve tapi… tapi uangnya punya mommy “ suara ve sangat cemas
“ waduhhh gimana dong ve.. aku lagi ngak bawa uang nih, siapa dong yang bayar sekarang ?” budi melirik sama om dian dan asih…
Mas chevil hanya bisa melongo menyaksikan perdebatan diantara mereka
Asih yang dari tadi duduk di pojok berdiri “ gini aja deh terserah duit siapa itu yang penting kita makan rame rame “
Om dian tidak mau kalah nyeletuk “ horee kita pesta…. Ayoo pesan lagi kebetulan om masih lapar nih “
Sementara ve hanya bisa diam terpaku dengan mata bekaca kaca ^^^^