Saat itu malam gelap gulita,bulan yang setengah ngantuk mengintip dari jendela langit, dengan sudut matanya yang setengah terpejam dia melihat jauh di ufuk ada satu bintang yang berkerlip, dengan malu malu bulan membuka tirai jendela ,dalam hatinya berbisik siapakah gerangan sang bintang yang tengah menjaga malam sendirian ? hasratpun tak bisa dipendam dan bulanpun melangkah mendekat menyapa bintang yang lagi kesepian…
Mereka berbincang dengan isyarat alam, menerangi malam dengan sinarnya yang rupawan, menemani insan yang tengah terlelap dalam impian sampai tiba waktunya sang surya datang tanda pertemuan harus berakhir….
Malam malam berikutnya dengan hati berdebar bulan tak sabar menunggu sang bintang pujaan muncul keperaduan, awan tebal membuat hatinya berdebar… hujan deras diringi kilat yang menyambar bersahutan membuatnya putus harapan, kenangan indah saat bertemu bintang terus membayang dalam ingatan….. wahai sang alam beri lagi kami kesempatan….
Dan kesempatan itu tiba, bulan berdandan cantik menyambut datangnya malam, bulat penuh dengan cahaya yang anggun menawan, bintangpun demikian bersiap diri dengan sinarnya yang paling cemerlang,dengan semangat mengajak serta para punakawan , “wahai para bintang marilah kita berpesta semalaman menerangi angkasa raya dengan cahahaya keemasan, mari kita buktikan inilah saatnya kita bersenang2 ,jangan biarkan awan tebal,hujan badai mencegah hasratku bertemu bulan”
Bulan membuka matanya yang bulat indah lebar lebar, terkesima melihat angkasa raya yang terang benderang , jutaan bintang bertaburan menghiasi luasnya cakrawala, dimanakah gerangan sang bintang pujaan hatinya berada ? diantara jutaan cahaya yang berkilauan bulan mencari cari , sebuah suara berbisik menyerupai suara desau angin…. “bulan diantara berjuta bintang ,hanya ada satu jodohmu, carilah… temukan dia dengan mata hatimu “
Waktu terus belalu, tidak lama lagi penghujung malam kan tiba tandanya bulan dan bintang harus segera kembali, namun bulan belum juga menemukan sang bintang pujaanya
Bulan tak mampu membendung kesedihan hatinya… maka disinilah aku sendiri sekarang menatap cakrawala, dan menitipkan sebuah doa yang penuh harapan untuk hari esok.
jika malam ini aku tak bisa menemukanya , Ijinkan lah kami bertemu kembali pada purnama berikutnya