sepenggal curhat dari sahabatku
semoga kau mendapatkan yang terbaik
Saat kami berkumpul dan bercengkrama ditengah heningnya gelap malam tepi pantai, seorang teman mengusulkan kepada kami untuk memberikan pandangan atau pendapat tentang calon pasangan hidup kedepannya nanti.Maka satu persatu kawan kawanku menyampaikan pendapatnya tentang calon istri dan suami mereka, ada yang memilih calon yang kaya, ada yang memilih dari segi penampilan ya harus kerenlah, ganteng atau cantiklah dan masih banyak lagi pilihan-pilihan mereka yang unik,lucu bahkan terkadang konyol contohnya mereka hanya mau beristrikan krisdayanti atau brsuamikan kris jhon, aneh. Sudah lima orang dari tujuh kawanku yang menyampaikan pandangannya tentang calon pasangan hidup, dan kini tibalah giliran cowok itu untuk menyampaikan pendapatnya, ya cowok itulah yang mampu membuat hatiku bergetar saat beradu pandang dengannya, senyumnya, keramahannya dan sifatnya yang open minded kepada semua orang yang membuatku simpatik atau lebih jelasnya membuatku tertari padanya. aku sedikit menahan nafas ketika dia akan menyampaikan pendapatnya (semoga dia mencari orang sepertiku). apa yang aku dengar diawal penyampaiannya membuatku tersenyum karena yang dia katakan sungguh sesuai dengan apa yang aku harapkan,ya dia menginginkan wanita yang seperti diriku. saat itu juga rasanya aku ingin terbang ketika mendengar penuturannya, ternyata selama ini dia memperhatikan diriku.
Namun rasa bahagiaku ternyata hanya sementara,karena diakhir penuturannya aku mendengar bahwa dia hanya mencari pasangan yang seagama dengannya, Islam dan aku seorang nasrani.
Sesaat setelah kegiatan tersebut usai aku hanya bisa tertunduk ditepi pantai memikirkan seluruh perkataanya tadi, aku pikirkan matang-matang dan sedikit demi sedikit aku kumpulkan keberanianku untuk menanyakan langsung hal tersebut kepadanya, setelah keberanianku terkumpul aku lantas beranjak dari tempat dudukku untuk menemuinya dan menuturkan seluruh isi hatiku kepadanya bahwa aku sangat mencintainya. setelah mendengar penutuaranku dia hanya berkata bahwa dia juga menyayangiku namun kepercayaan dalam beragamalah yang memisahkan. Cinta pertamaku yang tersakiti
Aku memang sadar sejak awal, bahwa aku mencintai orang yang kurang tepat, namun salahkah aku jika hati kecil ini memang benar-benar mencintainya, apakah aku harus menyalahkan kedua orang tuaku yang tidak menjadi mualaf saja sebelum aku dilahirkan ataupun juga sebaliknya, mengapa dia tidak terlahirkan sebagai nasrani saja agar tidak ada halangan dalam menjalin kasih sayang,mengapa harus ada perbedaan pendapat dalam menjalin hubungan hanya karena perbedaan keyakinan, dan bukankah semua agama mempunyai tujuan yang sama yaitu menjadi hamba yang baik dimata Tuhannya? Lalu apakah menjadi baik jika tidak menjalin hubungan dengan penganut agama lain?. Bukankah itu hanya menciptakan tabir di antara seluruh umat beragama?. Aku bingung. 1001 macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku
Aku tidak pernah membenci Islam bahkan aku ingin lebih bersahabat dengan mereka dan tidak menutup kemungkinan aku menginginkan pasangan hidup seorang muslim jika memang aku mencintainya, bukankah perbedaan itu indah.
dear Kristina.
kita tau bahwa didunia ini sungguh banyak kristina kristina yang lain atau juga sebaliknya yang tidak jarang memilih untuk menjalani hidupnya dengan penuh kehampaan hanya karena cinta yang kandas oleh perbedaan keyakinan.
Aku sengaja menuliskan curahan hati sahabatku tersebut agar menjadi bahan referensi bagi kita semua khususnya yang menjalin hubungan namun ada perbedaan pandangan.
Kristina selalu menanti pendapat kita dari kaum muslim. Wassalam

