Back to Kompasiana
Artikel

Cermin

Hakeem Elfaisal

fakultas ekonomi USAHID dan Fak HUKUM Bungkarno,wiraswasta,pengajar dan pembelajar Kalau kamu bukan anak raja dan engkau selengkapnya

Tukang Nasi Goreng Gerobak di Stasiun Juanda Punya Tabungan Rp700.000.000

REP | 29 April 2013 | 16:01 Dibaca: 1394   Komentar: 6   3

13672264321215113916

Sumber Hakeem elfaisalblogspot

Tukang Nasi Goreng Gerobak di stasiun juanda Punya Tabungan Rp  700.000 .000

Pendidikan hanya tamat SD membuat beliau tidak berputus asa ,umur kira baru 40 tahun ,beliau bernama suroto pedagang nasi goreng gerobak asal gunung kidul .

Jualan gerobak di tekuni nya sejak tahun 1996 dan sampai sekarang masih berada di emperan stasiun juanda paska di gusur.

Kalau anda ke daerah sekitar juanda pasti sangat mengenal Nasi Goreng ini , karena non Stop 24 Jam .

Bayangkan ketika saya tawarkan polis asuransi dia mengambil 4 polis sekaligus dengan nilai 5 jt perbulan luar biasakan ???

Saya mengenal beliau karena saya bertetangga berjualan dengan beliau.

Saya pun sering menyarankan kan beliau melakukan investasi yang benar terhadap pengghasilannya seperti membeli tanah,membeli emas batangan di pegadaiaan dengan mencicil ,membeli polis .

Saya sangat terkejut ketika melihat nominal di tabungan nya hasil kerjanya Rp 700.000.000 /itu baru tabungan dia , masih ada tabungan istri tapi itu kan punya istri katanya .

Pertanyaan saya sedehana kok Bisa ya ????

Setelah saya berfikir nasi goreng laku 40-60 liter sehari . jiaka kita asumsikan 1 liter 7 porsi kita kali 50 saja berarti 350 porsi dan jika kita kali Rp 8.000 perporsi maka omset pak suroto Rp 3.500.000 dan kita ambil saja keuntungan minimal 50% berarti Rp 1.750.000 hari berarti perbulan keuntungannya Rp 52.500.000 luar biasa >>>>>>>> dan ini masih berlanjut sampai sekarang

Apasih rahasianya pak aji ????

Ngak ada Cuma banyak zikir aja dan jangan lupa penghasilan harus di sisihkan 3 bagiaan yang terdiri dari ,uang sewa, karyawan dan zakat

Itulah seklumit perjuangan Nasi Goreng Suroto sahabat saya

Dan saya pun malu >>> orang pintar sekolah tinggi tidak selamanya lebih pintar mencari duit daripada orang tidak sekolah.

Hal ini saya dedikasikan Untuk memperingati Hari buruh ,1 mei yang akan datang >>> thanks

Sumber : hakeem elfaisal blogspoot

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 15 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 16 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 19 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 20 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 15 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 15 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 15 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 15 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: