Back to Kompasiana
Artikel

Cermin

Fitri Siregar

employee on Sammarie Hospital and student on university of economic Trianandra

Kenapa dengan Status Jomblo, Masalah?

OPINI | 22 May 2013 | 13:27 Dibaca: 591   Komentar: 1   2

Jomblo… Kata yang rasanya sudah tak asing lagi kita dengar ditelinga kita, biasanya kata tersebut sering diucapkan dilingkungan sekitar kita terhadap teman, sahabat, kerabat bahkan keluarga. Dalam kamus besar bahasa indonesia Jomblo berati perempuan atau laki – laki yang tidak laku – laku sampai mereka tua dan dalam bahasa latin jomblo berasal dari kata Jomblus yang artinya sendiri. Namun di zaman yang semakin modern ini jomblo memiliki perluasan makna yakni jomblo ialah kata atau julukan bagi seseorang yang dalam keadaan tidak memiliki pasangan atau single, dalam hal ini pasangan yang dimaksud ialah pacar bukan suami ataupun istri.

Bagi mereka yang hidup selalu memiliki pacar jomblo ialah mimpi yang buruk bagi mereka serta hal yang perlu ditakuti dalam hidup mereka. Mereka beranggapan bahwa, tidak memiliki pacar akan merasakan kesepian atau kesedihan yang amat mendalam setiap harinya atau yang sering disebut Galau saat ini.

Jomblo menahun dapat menyebabkan meningginya tingkat kemandirian dan menurunnya rasa percaya diri, namun bagi seorang jombloers sejati memiliki pacar ialah hal yang ribet. Gak nurut kata – kata pacar dibilang gak sayang, gak telp atau gak bales sms dibilang ngambek, gak anter jemput dibilang gak cinta, minta dibayarin makan atau dibeliin barang dibilang matre, gak dateng malem minggu dibilang selingkuh, beda pendapat sedikit dicemberutin oleh karena itu, ada sekelompok orang yang menamakan dirinya JoJoBa ( jomblo – jomblo bahagia ) atau IJOLUMUT ( ikatan jomblo lucu dan imut ) dan bahkan yang lebih parah ada yang menamai kelompok mereka STMJ ( saya terlahir menjadi jomblo ), waaaaauuuww !

Namun sebenarnya jomblo itu bukan berarti mereka tidak laku akan tetapi, mereka orang – orang yang memiliki komitmen kuat untuk lebih mementingkan sesuatu terlebih dahulu seperti karir, sekolah atau yang lainnya ketimbang memikirkan urusan cinta, setelah semua mereka dapatkan barulah mereka memikirkan hal percintaan, atau seseorang yang memang menginginkan jomblo sampai sang pujuaan hati sah dimata agamanya yaitu Jomblo Sampai Halal, dan ada pula yang berpikir bahwa lebih baik jomblo daripada menjadi beban bagi orang lain.

So, Jomblo bukan berarti Gak Laku loh !

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 13 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 13 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 14 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 14 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: