Back to Kompasiana
Artikel

Cermin

Fitri Siregar

employee on Sammarie Hospital and student on university of economic Trianandra

Kenapa dengan Status Jomblo, Masalah?

OPINI | 22 May 2013 | 13:27 Dibaca: 588   Komentar: 1   2

Jomblo… Kata yang rasanya sudah tak asing lagi kita dengar ditelinga kita, biasanya kata tersebut sering diucapkan dilingkungan sekitar kita terhadap teman, sahabat, kerabat bahkan keluarga. Dalam kamus besar bahasa indonesia Jomblo berati perempuan atau laki – laki yang tidak laku – laku sampai mereka tua dan dalam bahasa latin jomblo berasal dari kata Jomblus yang artinya sendiri. Namun di zaman yang semakin modern ini jomblo memiliki perluasan makna yakni jomblo ialah kata atau julukan bagi seseorang yang dalam keadaan tidak memiliki pasangan atau single, dalam hal ini pasangan yang dimaksud ialah pacar bukan suami ataupun istri.

Bagi mereka yang hidup selalu memiliki pacar jomblo ialah mimpi yang buruk bagi mereka serta hal yang perlu ditakuti dalam hidup mereka. Mereka beranggapan bahwa, tidak memiliki pacar akan merasakan kesepian atau kesedihan yang amat mendalam setiap harinya atau yang sering disebut Galau saat ini.

Jomblo menahun dapat menyebabkan meningginya tingkat kemandirian dan menurunnya rasa percaya diri, namun bagi seorang jombloers sejati memiliki pacar ialah hal yang ribet. Gak nurut kata – kata pacar dibilang gak sayang, gak telp atau gak bales sms dibilang ngambek, gak anter jemput dibilang gak cinta, minta dibayarin makan atau dibeliin barang dibilang matre, gak dateng malem minggu dibilang selingkuh, beda pendapat sedikit dicemberutin oleh karena itu, ada sekelompok orang yang menamakan dirinya JoJoBa ( jomblo – jomblo bahagia ) atau IJOLUMUT ( ikatan jomblo lucu dan imut ) dan bahkan yang lebih parah ada yang menamai kelompok mereka STMJ ( saya terlahir menjadi jomblo ), waaaaauuuww !

Namun sebenarnya jomblo itu bukan berarti mereka tidak laku akan tetapi, mereka orang – orang yang memiliki komitmen kuat untuk lebih mementingkan sesuatu terlebih dahulu seperti karir, sekolah atau yang lainnya ketimbang memikirkan urusan cinta, setelah semua mereka dapatkan barulah mereka memikirkan hal percintaan, atau seseorang yang memang menginginkan jomblo sampai sang pujuaan hati sah dimata agamanya yaitu Jomblo Sampai Halal, dan ada pula yang berpikir bahwa lebih baik jomblo daripada menjadi beban bagi orang lain.

So, Jomblo bukan berarti Gak Laku loh !

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 13 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pangeran Samudera …

Rahab Ganendra | 7 jam lalu

Menumbuhkan Budaya Malu antara Bersubsidi …

Van_nder | 8 jam lalu

“Ulah Meuli Munding …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Dari Cerita Rakyat Ikan Tapa Malenggang, …

Muhammad Aris | 8 jam lalu

Awalnya Peduli, Lama-lama Mencuri …

Dina Agustina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: