Ibuku adalah seorang wanita sederhana, mengabdi kepada suami, menjadi ratu dalam kerajaan kecil kami…dan sukses sebagai general manager dalam rumah tangga tempat kami bernaung.
Ibuku adalah seorang wanita Indonesia berdarah jawa tulen dengan segudang keahlian. tanpa meninggalkan kodratnya sebagai wanita. Pasti!… Aku sangat ingin mewarisi semua keahlian beliau..yang jago masak.. jago macak(=berdandan).. jago menyanyi.. jago main musik, gamelan, organ, kulintang ataupun bermain gitar sampai seruling dan harmonika.. Ibuku juga jago jahit-menjahit,.. jago volley.. rasanya saat ini aku tidak ada seujung kuku di banding dengan ibu. Padahal dalam hal pendidikan formal, aku jauh lebih tinggi dari ibuku.
Dan tentu ibuku telah bersusah payah memberi pendidikan kepada anak-anaknya lebih baik daripada beliau,, karna beliau cuma lulusan SMEA (sekarang SMK)
Ibuku adalah seorang pendidik yang baik bagi kami, anak-anaknya. Dalam pendidikan formal, tentu aku belajar tentang etika dan tata krama. Namun ilmu yang di berikan beliau adalah ilmu yang menurutku tidak akan diperoleh di manapun.Tentang bagaimana hidup, bagaimana berinteraksi dengan lingkungan dan yang paling penting bagaimana menghadapi orang yang dicintai..( hehehe ). Semua tindakan yang di lakukan ibu selalu saja ada maksud dan tujuan sebagai pembelajaran bagi kami. Suatu ketika saya melihat ibu yang masih bermandi peluh sehabis latihan volley, tergopoh-gopoh menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat buat bapak! huft…saya sempat protes.. mengapa ibu sangat konvensional gitu? toh bapak masih sehat dan bisa membuat kopi sendiri..apa susahnya? ibuku hanya tersenyum dan berkata bahwa beliau tidak mau kehilangan sedikitpun kesempatan untuk mempertebal ikatan batin antara ibu dan bapak. Ups..sebegitunya.. kejadian itu berlalu begitu saja sampai suatu ketika aku sudah berkeluarga dan sedang selisih paham dengan suami, Hati ini jengkel dan marah…tapi iseng-iseng kupaksakan menyediakan minuman buat suami. Sambil menuang air panas, menyendok gula dan mengaduk…perlahan - lahan kesal dan marahku hilang dengan sendirinya.. padahal hal tersebut kulakukan tidak lebih dari 5 menit! luar biasa.. Biasanya kesal dan jengkel hilang setelah 3 - 5 hari! Wooow… ternyata itu maksud ibuku 25 th silam.. ck ck ck..dulu ibuku di ajarin sama siapa ya? hehehe
Kini telah 11 tahun beliau pergi menghadap sang khalik. tapi aku tidak merasa kehilangan. Karena perhatian, cinta dan kasih sayang ibuku tetap kurasakan setiap saat, setiap waktu, di setiap langkahku. Semoga ibuku juga tidak merasakan kehilangan kami. Semoga ibuku puas dengan hasil karya beliau, bahwa tugasnya selama hidup di dunia ini selesai dengan hasil sangat memuaskan. Terimakasih ibu, akan kami teruskan kepada anak-anak kami keteladanan ibu. Doa kami selalu untuk ibu………