http://www.antaranews.com/foto/27165/pesawat-kepresidenan
Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri, menjadi salah seorang yang ikut merasakan kehebatan hasil karya anak manusia dengan segala kemewahan yang terdapat pada pesawat kepresidenan, yang baru saja dibeli oleh bangsa Indonesia.
Hadirnya saya dalam perjalanan tersebut, tentu bukan suatu kebetulan. Bukan suatu rahasia lagi jika banyak informasi yang seharusnya tidak beredar di publik menjadi konsumsi publik. Hal ini terjadi lantaran adanya kawat-kawat bocor yang selama ini telah dan sangat mengganggu kenyamanan punggawa republik ini.
Secara kebetulan, saya adalah seorang ahli tambal kawat nah secara hitung-hitungan biaya akan lebih hemat jika pengambilan pesawat pesanan kita[anda termasuk lho] dirangkaikan dengan pekerjaan yang secara langsung melibatkan diriku.
Setelah semua kawat bocor termasuk yang berpotensi bocor diluar sana beserta segala kemungkinan bocornya informasi rahasia, maka saya kembali ke tanah air menggunakan pesawat pesanan kita.
Seperti kita ketahui bahwa perjalanan dari sana berjam-jam lamanya. Dan saya paling tidak betah menyia-nyiakan durasi hidup saya dengan bengong tanpa kegiatan berarti.
Kebetulan saya memiliki talenta lain yakni menyanyi, namun suer saya bukan pencipta lagu. Namun entah kenapa tiba-tiba dikepala seolah terdapat gumpalan yang siap meledak. Untuk tidak membuang-buang energi, segera saya tuangkan di atas secarik kertas.
Janjiku Padamu
Hatiku senang riang gembira
Naik pesawat warna biru bersama kamu
Hari ini aku terbang di angkasa menembus awan
Terbang tinggi melewati gunung lembah darat samudra
Aku lebih hebat dari rajawali Menuju Indonesia tanah nan subur lagi kaya
Kulihat mereka melambaikan tangan kepada kami
Para jelata terlihat jelas muka-muka mereka banyak harap
Sebagai bukti kecintaan kepada sang pemimpi yang gagah berani
Terbang tinggi melebihi garuda melewati lembah dan bukit
Akulah anak negeri putera titisan pahlawan
Hari ini aku buktikan janjiku padamu
Ada banyak kerutan di dahi mereka yang sirik
Ada banyak cibiran di mulut mereka yang angkuh
Inilah janjiku pada negeri yang indah
Inilah baktiku pada pertiwi yang kaya
Inilah kasihku untuk rakyat sejahtera
Inilah cintaku untuk mereka yang mendamba adil
Tanpa terasa coretan di atas kertas menjadi sebuah lirik lagu. Hmm… dalam hati aku berguman bangga, memang tiada duanya jika punya banyak talenta. Semua orang pasti bangga walau mereka tidak tahu sesungguhnya apa yang ada di hati ini.
Sesampainya di tanah air, saya segera menitipkan surat tersebut ke salah satu rekan untuk disampaikan langsung kepada sby.
Tak lupa saya tuliskan pesan di balik kertas tersebut.
Pak… ini adalah coretan perasaan saya selama perjalanan bersama tim penjemput pesawat kepresidenan yang dipesan. Jika bapak berkenan mohon dijadikan lagu.
demikian dari saya si tukang tambal kawat.
Keesokan harinya, saya begitu gembira membaca essemmes langsung dari esbeye.
Saya bangga denganmu, selain mahir cekatan dan sangat diandalkan untuk urusan genting, ternyata kamu juga punya bakat serupa dengan saya. Saya bangga dengan coretanmu nak.
Saya berjanji segera mendapatkan aransemen lagu tersebut! dan satu hal, lagu itu akan kita nyanyikan berdua saat peresmian pesawat kita yang baru.
Lanjutkan!
Tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang aneh menyentuh lengan saya dengan lembut. Namun karena merasa tidak direspon semakin lama semakin kuat menyentuh lengan saya.
Pah… pah… tidur di dalam yuk, sudah malam.
Bah… ternyata aku mimpi, ternyata daku tertidur di kursi sejak dari tadi waktu melototin K.
Kuraih hape dimeja… ada essemmess…
Mas… tugasnya dah rampung belum? besok pagi presentasi lho…!
bah… apes dhe… tugas belum rampung, malah khusuk dalam mimpi… preeeeTTTT,
Daniel Pasedan sedang dongkol akut!

