

lewat tengah malam
bahkan waktupun kau monopoli
sembilu ini nyeri
serak nafas terbuang melacuri malam
pelan terinjak sedu sedan takdir
seperti pasti kau melucu saat rahang ini mengatup
seperti pasti kau mengelu saat doa-doa terulang
memeras buih-buih ombak nista di antara percaya
menghisap asap debu dusta di puncak syukur
terbujur terkubur
menamatkan satu babak rahasiamu
tanpa tepuk tangan
tanpa sorotan
epilog terukir dalam nisan membatu
dan di penghujung makam menguap sebuah persembahan
diselingi riuh rendah daun kamboja
jika tanya adalah nerakamu dan diam bentuk surgamu
kemana kau sembunyikan jasad penyelamat yang agung?
—————————————————-
Depok - Bandung, 30 Juli 2010
*duet menyoal maut: bait ganjil racauan saya, bait genap racauan Agnikarma

….. menghisap asap debu dusta di puncak syukur …..
kueren Mas…!!
+1
-1
itu kalimat milik Agnikarma, dia memang keren …
+1
-1
tapi editor tetap Andi kok. hahaha. makasih2..
+1
-1

+1
-1
ini apa? promosi? ooh, pedagang online yaa? jual apa? alat kontrasepsi ada?
+1
-1
Guest User