Fiksi
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Anak Sum yang gemar bermain Opera Aksara dan mengisi Spasi
Ini Bukan Potongan Ayat Sebuah Kitab (Suci)
Andi Gunawan
|  30 Juli 2010  |  02:10
85
14
2 dari 3 Kompasianer menilai Menarik.

lewat tengah malam

bahkan waktupun kau monopoli

sembilu ini nyeri

serak nafas terbuang melacuri malam

pelan terinjak sedu sedan takdir

seperti pasti kau melucu saat rahang ini mengatup

seperti pasti kau mengelu saat doa-doa terulang

memeras buih-buih ombak nista di antara percaya

menghisap asap debu dusta di puncak syukur

terbujur terkubur

menamatkan satu babak rahasiamu

tanpa tepuk tangan

tanpa sorotan

epilog terukir dalam nisan membatu

dan di penghujung makam menguap sebuah persembahan

diselingi riuh rendah daun kamboja

jika tanya adalah nerakamu dan diam bentuk surgamu

kemana kau sembunyikan jasad penyelamat yang agung?

—————————————————-

Depok - Bandung, 30 Juli 2010

*duet menyoal maut: bait ganjil racauan saya, bait genap racauan Agnikarma


Tags: spasi, sajak

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
30 Juli 2010 02:21
0

….. menghisap asap debu dusta di puncak syukur …..
kueren Mas…!!

30 Juli 2010 | 02:25
0

itu kalimat milik Agnikarma, dia memang keren …

30 Juli 2010 | 10:05
0

tapi editor tetap Andi kok. hahaha. makasih2..

30 Juli 2010 04:02
0

hmmmm..

30 Juli 2010 | 04:29
0

ada yang bisa dibantu Mas?

30 Juli 2010 | 05:05
0

mencoba mengerti.. tapi ga bisa bisa yah.. hehehe

30 Juli 2010 | 12:08
0

hehe janga dipaksakan :D

30 Juli 2010 06:01
0

bahasa mimpi tingkat tinggi

30 Juli 2010 | 10:05
0

berapa lantai ya mas tingginya? hehe.

30 Juli 2010 | 12:08
0

bahasa tinggi tingkat mimpi …

30 Juli 2010 | 12:09
0

ini apa? promosi? ooh, pedagang online yaa? jual apa? alat kontrasepsi ada?

30 Juli 2010 08:26
0

terus?

30 Juli 2010 | 12:09
0

tanda tanya

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Search:
Kompasiana Muda Blogshop
Copyright 2008 - 2010