Back to Kompasiana
Artikel

Novel

Arii Purwati

civics education and law

Resensi Novel “Bidadari-Bidadari Surga”

OPINI | 06 March 2013 | 21:44 Dibaca: 2333   Komentar: 0   0

Kerja keras bersyukur dan iklas itulah makna yang dapat dipetik dari novel yang berjudul “Bidadari-bidadari Surga”. Novel karya Tere Liye ini mengisahkan perjuangan seorang gadis dilembah Lahambay untuk bisa membantu ibunya agar keempat adiknya tetap sekolah. Sementara gadis itu rela untuk berhenti sekolah untuk meringankan beban orang tuanya dan mempunyai banyak waktu menambah penghasilan. Gadis itu bernama “Laisa” dan keempat adiknya Dalimunte, Wibisana, Ikanuri dan Yashinta. Laisa selalu mengajarkan kepada adik-adiknya untuk selalu kerja keras, kerja keras, dan kerja keras.

Cerita yang diangkat dari kisah nyata ini, sangat mengharu biru. Gadis yang hingga akhir hayatnya tak juga mendapatkan jodohnya ini, diceritakan begitu sangat iklasnya dia menerima takdirnya, yang tak mendapatkan jodohnya karena bermasalah dengan fisiknya. Laisa tetap tegar menghadapi nasibnya, dia tetap bisa berbuat banyak untuk tegar mengadapi nasibnya, dia tetap bisa berbuat banyak untuk penduduk di desanya dengan keterbatasannya itu yang membuat banyak orang mencibirnya itu.

Sungguh banyak hal yang dapat kita pelajari dalam novel ini, tentang bagaimana kita sebagai manusia yang sudah sepatutnya bersyukur kepada sang pencipta dengan apa yang telah Dia berikan kepada kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 9 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 10 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 10 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Menerobos Batas Kelam …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Nangkring Cantik: I am Beautifull …

Elisa Koraag | 8 jam lalu

Wanita dalam Sebuah Keluarga …

Aulia Fitrotul | 8 jam lalu

Mama, Pak Melmi Masuk TV …

Cay Cay | 8 jam lalu

Teman Datang saat Butuh Saja? …

Ois Meyta Rahayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: