aku menyebutnya anak matahari
yg trgelepar krna panasnya bara sang ibu
aku menyebutnya titipan alam
yang tak terpungut oleh keperpihakan
dipersujudannya sebelum adzan..
dilaluinya tanpa tangis2 pendoa
yang meminta lebih banyak dari yang pantas baginya
aku menyebutnya anak matahari
yang menamparku karena ketidaksadaran akan nikmatNya yang cukup
tak kurang,
tak lebih
seperti anak matahari yang setia pada hangat pelukan ibunya