“Mereka bilang adanya alam semesta ini adalah bukti adanya tuhan, kok bisa gitu ya Mbah?”, tanya kang Pandir kepada Mbah Wicak.
Pandir bukan nama sebenarnya, itu hanya panggilan kepada seorang yang sehari-harinya sebagai tukang sampah di komplek perumahan “Griya Alam Raya”. Mungkin karena penampilan fisiknya yang mirip orang blo’on, tetapi sebenarnya dia tidak blo’on ataupun pandir. Bahkan kadang-kadang dia kritis terhadap fenomena sosial dan alam sekitar. Pertanyaan di atas buktinya. Itu bukan pertanyaan orang yang blo’on ataupun bodoh.
Mbah Wicak, orang tua yang dituakan di lingkungan komplek, dikenal sebagai orang yang banyak ngelmu (banyak pengalaman dan pengetahuan), tak segera menjawab pertanyaan kang Pandir. Ia hanya berujar, “Maksudmu itu apa sih, Ndir?”
Yang ditanya menjawab, “Lho, lha iya toh? Kok bisa adanya matahari, bulan, bintang, gunung, lautan, dan lain sebagainya itu dikatakan sebagai bukti adanya Tuhan, penjelasannya itu bagaimana?, gak ngerti aku!”.
Mbah Wicak berkata dengan santainya, “Mikirnya gak usah berat-berat Ndir, nanti ndhak malah stress!”. “Kalo dipikir-pikir, sebenarnya yang pengin kamu tau itu sederhana kok Ndir”, lanjut Mbah Wicak. “Kamu itu kan cuma mau tanya, sebenarnya tuhan itu ada apa nggak, gitu kan Ndir?”, tanya Mbah Wicak. “Betul mbah”, jawab kang Pandir.
“Kamu pernah dengar tentang adanya seorang yang namanya Pangeran Diponegoro?”, tanya Mbah Wicak kepada kang Pandir. “Pernah mbah”, jawab kang Pandir singkat. “Kamu yakin bahwa pangeran Diponegoro itu benar-benar ada, bukankah kamu tak pernah bertemu dengan beliau?” Kang Pandir menjawab, “Yakin mbah, kan ada di buku sejarah, lagian gambarnya banyak dijual di pasar dan di toko-toko buku”.
“Kalo dinosaurus, kamu percaya ndak keberadaannya?”, tanya Mbah Wicak. Kang Pandir : “Percaya”. Mbah Wicak :“Bagaimana bisa kamu percaya, lha wong kita tak pernah melihatnya”. Kang Pandir : “Kan fosil dan kerangkanya dipamerkan di museum”.
Kemudian Mbah Wicak bertanya lagi, “Ndir, kamu tau ndak nyuw yhok itu apa?”. Kang Pandir : “Tau Mbah, kata orang itu ibukota negara amerika sana, luar negri”.
Mbah Wicak lalu berkata, “Ndir, kalo kamu percaya ada Pangeran Diponegoro yang kamu tidak pernah bertemu dengannya, dan kalo kamu percaya adanya dinosaurus karena adanya fosil dan kerangka yang dipamerkan, juga kamu percaya adanya nyuw yhok dari omongan orang, lalu apa yang menghalangimu untuk percaya adanya Tuhan?”.
Kang Pandir diam saja, dalam hatinya ia berkata : “Percaya apa ndak ya, kalo tuhan itu ada?”.