Warga Negara Indonesia yang sangat biasa,bertempat tinggal jauh dari hingar-bingar,sambil belajar menulis dengan komputer tua yang suka hang jg lemot koneksinya,kalo pas lagi mood suka nulis di blog (right click) Renjanahati dan My Blogpost
1) Mungkin sekarang anda semua dirumah/di kafe/bercengkerama dengan keluarga dan teman, tapi barusan melihat seorang bapak penjual siomay.
2) Dengan sepeda tua, kehujanan cuma berkerudung plastik sekedar menutupi kepalanya, tatapan mata yang kosong, dengan suara sumbang penanda dagangan.
3) Seperti terbersit dalam hatinya, semoga keluargaku masih bisa makan besok, Pak..aku hanya bisa mengamini pengharapanmu.
Beberapam jam kemudian…
4) Hujan baru saja berhenti, semoga bapak penjual siomay tadi sudah di rumah, menyandarkan sepeda tuanya, menurunkan dagangan dan menukar bajunya.
5) Potret kehidupan kami,kesederhanaan tanpa tepi, bapak itu mengguman sendiri, menebar sarung lusuhnya buat sekedar menghangatkan badan.
6) Ujarnya,”Duh Gusti kang murbeing dumadi, jadikan kami hambaMu yang selalu bersyukur, apapun yang terjadi malam ini istiqomahkan hati kami”.
7) Demi selalu menjalankan amanahMu, lalu ia pandangi wajah anak dan istrinya, maafkan bapak ya, malam ini bapak pulang tidak membawa apa-apa.
Update dari Twitter saya : @anasmara
Titip …
Moral Bangsa dan Konser Lady Gaga