* hanya tentang angin…………. malaikat pun ada seperti adanya angin.. tak bisa dilihat namun kita tahu kalau ia ada… berhembus, melayang, mengepakan sayapnya di sekitar kita..
jika semua hal adalah yang mudah untuk dilakukan, aku ingin selalu mengingatmu, aku ingin selamanya ada didekatmu, untuk engkau sayangi dan untuk engkau sirami dengan rintikan kerinduanmu akan ku.. namun semuanya sangat sebentar, seperti senja yang mulai pekat, dan aku harus melihatmu pergi.. tanpa kata, karena engkau hanya diam, hingga kadang ku bertanya “masihkah cinta itu ada untuk engkau tunggu, seperti penantianmu akan makanan yang tak pernah kuhabiskan itu??”
sore, pada suatu ketika yang mulai menguning.. angin itu mulai terasa dingin, lembut dan makin terasa menyedihkan.. kukira menjadi sebentar tak sungguh terasa sakit, namun rindu itu, cinta itu, semakin dalam merobek dan aku pun mulai ‘basah’.. Aku diam, aku mulai sering menangis, dan akupun mulai ragu akan semuanya.. sayangnya tak bisa kutemukan bahumu lagi untuk sandarkan kesedihanku.. dan suaramu pun mulai asing.. ah mungkin aku masih bermimpi, dan mungkin aku masih ada dalam lingkaran ilusi saat berharap engkau akan datang sekali lagi untuk berucap..” adakah hatimu masih bisa kuketuk, karena warnamu makin banyak dalam kerinduanku.?”
andai saja aku masih bisa menemukanmu pada sebuat nyanyian, walau hanya pada bait kecil yang kadang terlewatkan,,..
aku masih menyayangimu, rasa sayang yang masih penuh seluruh… dan aku ingin tetap percaya jika pekat mendung malam tak sekalipun menghilangkan bintang.. tetap ada di ujung sana, ditepian langit yang pernah kau tunjuk dengan jarimu saat kita masih bersama..
*sekarang aku ingin mendengar ucapmu sekali saja, sebuah kata dimana dengan itu aku bisa berucap.. “cinta itu masih ada”
*tapi kau tak ada, telah memilih pergi.. seperti angin yang berlalu dimalamku yang sendiri..