Sambil merapikan dasi ia bercermin. “Penampilanku sudah menarik,” ujar iblis.
“Kalau ingin bertemu Tuhan memang harus memberi penampilan terbaik,” katanya lagi, “bukankah itu yang ditulis di kitab suci.”
Iblis itu menyemprotkan parfum ke setelan Armaninya. Ia tak tampak seperti yang digambarkan di banyak cerita. Bertanduk, berwarna merah, dan besayap kelelawar.
Iblis itu tak tampak seperti itu. Ia dandy dan modis.
Iblis itu ingin datang ke rumah Tuhan. Ia akan mengadu pada-Nya. Iblis lelah berada di dunia. Tidak ada manusia yang mempercayai iblis lagi saat ini. Sambil berjalan ia meyakinkan diri lagi dengan membuka kitab suci. “Tuhan Maha Mendengar itu tertulis di semua kitab suci, pasti Ia akan mendengar semua keluhanku….” bisik iblis dalam hati. Ia melangkahkan kaki dengan yakin.
Iblis sampai di sebuah rumah berwarna putih. Rumah itu besar sekali. Banyak emas dan berlian di tempel di dinding rumah. Iblis melihat lagi kartu nama Tuhan untuk meyakinkan ia tak salah alamat. “Benar di sini alamatnya…” ujar iblis. Ia melangkah masuk.
Ruangan di dalam sangat gelap. Iblis menyalakan korek api dan menyulut rokok. “Sudah lama aku tak ke sini, tampaknya banyak yang berubah,” gumannya.
“Selamat datang…,” seorang perempuan menyapanya. Wajahnya cantik sekali seperti bidadari. Ah, dia pasti bidadari dari surga.
“Ada yang bisa saya bantu…?”
“Ya, saya mencari Tuhan…”
“Sudah membuat janji…?”
“Belum…”
“Saat ini Tuhan sedang sibuk. Silahkan membuat janji dulu bila ingin bertemu.”
“Sibuk apa?”
“Ada banyak urusan?”
“Urusan apa…?”
“Mau tahu saja kau iblis. Urusan Tuhan itu banyak. Tak usah kau ikut campur. Pergilah dan kembali esok hari!”
Perempuan cantik itu menghardiknya lagi.
“Pulanglah kau sekarang iblis, Tuhan tidak butuh kau lagi. Biasakanlah menerima hal itu mulai sekarang!”
Hati iblis hancur mendengar pernyataan bidadari surga itu.
“Mungkin memang takdirku seperti ini,” ujar iblis sambil melangkah ke luar rumah Tuhan.
Ia matikan rokoknya dan mampir ke sebuah toko. Iblis membeli sekaleng bir dingin. Ia melangkah pulang, entah pulang ke mana…. karena tidak ada tempat pulang bagi iblis.