nothing
Air mata itu mengalir lagi, duka itu mengoyak kembali
Bencana itu menghantam pertiwi
Tatap duka mengosongkan lukisan hari-hari mereka
Coba merangkul dan meratap dari yang tersisa untuk sekedar melega rasa
Mengapa bumiku tak bersahabat, jadi tanya kosong yang mengumbar hampa
Berjuta kisah, berjuta asa memusnah nyata dalam hantaman waktu yang tak berarti
Terlalu deras banjir itu menerjang hadir
Terlalu dahsyat gelombang itu mewujud tsunami
Terlalu luar biasa muntahan gunung itu mengguncang bumi
Tegun, sedih, tak menentu jadi membumi ketika pertiwiku berduka lagi
Bencana itu melahirkan duka
Namunbencana itu juga melahirkan rasa, yang lebih merasa
Rasa itu memungkin semangat, dari bencana dan duka yang telah menjadi
Semangat yang masih mungkin untuk merangkai mimpi dan melangkah lagi
Atas nama kemanusiaan, rasa yang ada menggugah hangatnya peduli, indahnya berbagi
Untuk melukis tulus kasih dari hati-hati sesama, ketika bumi pertiwiku berduka lagi
Btm, 04112010
Titip …
Moral Bangsa dan Konser Lady Gaga