Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin makassar,sekarang bertugas sebagai dokter Gigi PTT di provinsi Kalimantan Timur.
Ijinkan aku memeluk sejuk di pagi hari
menantang matahari yang keluar di balik daun-daun dan ranting
aku ingin mencicipi langkah lampau yang pedih
karena di situ aku sering menatap burung di angkasa dengan serius, segalanya kutafsirkan dengan hikmat.
Pernah aku merasa sangat menyesal
mengapa tak menuangkan secangkir kopi sesering mungkin, pada setiap malam agar diskusi-diskusi semakin panjang. Semakin hijau dalam cita-cita
pernah aku melupakan menulis sesuatu. Sementara, tahukah kau?
Tulisan yang ingin kutoreh itu adalah jawaban terakhirku tentang kesetiaan.
Biar para demonstran memukul wajahnya sendiri.
Anak-anak negeri yang kini lahir.
Lebih banyak mendengarkan musik. Musik yang tak ada gerak pembebasan.
Anak-anak negeri kini
Menunggu para leluhur mati di ujung perdebatan mereka.
Biduk-biduk 24/09/11
S
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …