Sayang…
Rinai semalam bercerita banyak tentang mimpi
Mimpi yg kurajut diantara mega-mega mendung beruntun…
Penggalan cerita satu-satu turun
Tak seperti mauku
Mirippun tidak!!!
Ingin ku gulung rinai malam itu…
Lelaki jinggaku tak nampak disana!
Ada titik merah entah siapa…
Rinai hanya bercerita sedikit
Dialog hati mulai berorasi tanpa kompromi
Sang rinai tetap nyanyikan maunya… tik.. tik.. tik….
Iramanya membuatku mencoba berdamai dengan elegi malam
Tak selamanya ku kecap yg kumau
Tapi pasti ku peluk yg terbaik….
Breeeesss… basah jemariku mainkan titik-titik airmu
Luruh… titik air satu-satu bersama kuatirku
Dewi Wahyu Kurniawati
Kepada hati bercerita rasa tentang senja Meski ronanya tak lagi seindah jingga Tapi senja tetaplah senja Yang mampu sandarkan lelahku dengan hangat ronanya…
Bahkan saat diammu pun kau bertutur tentang rindu Tentang seutas senyum sang rembulan pada penikmat malam Atau kedip genit sang gemintang yang merayu untuk terus menatapnya Aahhh…
Rindu tak perlu terus kau tuturkan Karena desiran sang angin mampu membawamu merapat di dinding hatiku