1000 Puisi

Paras Keadilan di NKRI Korupsi

Oleh : Owen Putra

Korupsi
Biang keladi negeri ini
Dari hari ke hari menggilas rakyat kecil tanpa henti
Si miskin dicekik oleh pungli-pungli
Yang lemah bak sampah tak punya harga diri

Orasi politikus berapi-api
Menggaung ke pelosok negeri
Retorika membela yang lemah dan didustai
Janji mengadili yang terzhalimi dan tersakiti
Membui pembajak kesejahteraan negeri

Akan tetapi semua itu hanya mimpi….
Mimpi…
Mimpi mereka yang menanti pemimpin berhati nurani…
Mimpi mereka yang terkapar di kubangan diskriminasi
Mimpi mereka yang tersungkur di kolong carut-marut hidup akibat korupsi
Mimpi mereka yang dehidrasi kemakmuran akibat perampok me-liar di negeri ini

Wahai penduduk negeri….
Bangunkanlah mereka yang bermimpi…
Yakinkan mereka bahwa semua itu hanya legalisasi untuk sebuah kursi…
Legalisasi untuk khianati rakyat sendiri
Legalisasi untuk mengkebiri kesejahteraan negeri
Legalisasi untuk tertib berkorupsi

Itulah ritual demokrasi negeri ini…
Yang rumit dan sulit dimengerti…
Perampok kakap dilepas buas menguras uang negara setiap hari
Rakyat melarat, keparat melenggang kangkung lalu hidup ongkang-ongkang kaki
Di luar dan dalam jeruji tetap menyunggingkan senyum tanpa henti
Nyaris tanpa nurani dan hati
Semua akibat mempertuhan birahi dan materi

Di negeri ini
Kejahatan tidak lagi diadili
Namun sebaliknya dibelai dan disayangi
Pengadilan bagaikan lapak-lapak ikan tri
Di mana para hakimnya sibuk berjual-beli
Pundi-pundi kejati gendut oleh upeti-upeti hasil korupi
Sehingga menjelma sebagai bodigar untuk amankan industri korupsi
Jeruji besi sepi tanpa penghuni
Karena aparat dan keparat sepakat obral remisi

Keadilan diganyang oleh kebijakan berparas anggun melati…
Sehingga laris manis untuk praktik mesum korupsi
Kekejaman dipacking aduhai modis sekali…
Tapi hakekatnya berjubah duri dan api
Menggorok dan memutilasi konstitusi negeri ini
Lalu berlari dan tertawa bingar di atas penderitaan saudara sendiri

Itulah paras keadilan di negeri ini
Rakyat menangis perih bak disayat belati
Akankah episode panceklik dan penyamunan ini bertepi?
Tanya diri sendiri?
Apa dedikasimu untuk perangi korupsi?

Mari eksploitasi potensi diri
demi membangun bumi pertiwi lebih baik lagi
Seindah pelangi di siang hari
Secantik purnama di malam hari
Semerbak dan sewangi minyak kasturi
Jangan hanya sekedar mimpi!
Mari buktikan dengan cita-cita dan prestasi

Salam Kompasiana.

Tulis Tanggapan Anda
Guest User