"Petiklah Hari dan Jadilah Terang"--- Find me at http://www.kampungfiksi.com/ Follow us at Twitter @kampungfiksi, akan ada Januari 50 ribu K dan ~~Jelang Workshop Menulis n Blogging
Ketika udara buat tubuh merinkuk
Ketika Mendung Langit Mengusik
Ketika December Kan Berakhir
–
Seperti malam-malam yang lalu
Nun cepat bergerak tanpa kegusaran
Ada denting piano slalu menemani
Jari-jari bertemu meracik nada
Seperti irama mengudara begitu indah
Katamu, “Pejamkan mata dan resapi tuts-tuts ini melangkah”
“Dinginnya malam akan sirna menjelma kehangatanku,” lanjutmu.
Tra la la..Tri li..Li..
Apa kabar rindumu di sana?
Rinduku di sini mencuat-cuat tiada terkira
Mengingat Dialog-dialog mesramu bertebaran
Prilakumu slalu saja mendetakan jantung mengalir lebih cepat
17 December 2011
Apa kabar rinduku malam ini?
Apakah bintang-bintang masih hadir di tengahmu
Apakah kau masih menghitungnya dan ucapkan permohonan
Apakah pertanyaan, “Sulitkah cinta menjadi sederhana?” masih terngiang?
Ah..Kasih, kabar rinduku mengalun sempurna dan aku tidak tahu apakah itu sederhana atau kompleks?
Ya, malam ini angin begitu kencang
Sekencang merindu, namun menenangkan
Ya, penghujung tahun, cepat kasih kabar rindu-rindu yang meliuk-liuk selanjutnya…
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …