no smoking!
Tak sengaja kulihat cantiknya parasmu dari balik jendela kamarku
Kulihat dirimu saat tirai ini tertiup angin pegunungan
Seorang anak kecil jatuh di belakangmu
Kaupun menghentikan kayuhan sepedamu dan menghampiri bocah malang itu
Akupun beranjak bangun dari tempat tidurku dan berharap bisa jadi pahlawan kesiangan
Namun kaupun segera menghilang dari bingkai jendelaku
Kupikir ku akan menemukanmu di hari berikutnya
Satu dua hari tlah berlalu
Namun asa hanyalah tinggal harapan
Tiap kali kubuka tirai ini,
Ku selalu berharap dirimulah yang mengisi bingkai jendela ini
Ku slalu membayangkan di setiap pekatnya kabut pagi,
senyummu yang kan slalu muncul menyapaku
Ku selalu berharap kau lah masa depanku
Namun sayang, ‘masa depan’ yang terindah adalah kemarin…
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …