Telunjuk membimbing mata kepada rembulan, seperti kata-kata membimbing jiwa pada kebenaran. Tetapi telunjuk bukanlah rembulan dan kata-kata bukanlah kebenaran. Hidup adalah menyusun aksara menjadi makna.
Pada nyalamu aku basuh mukaku
Berharap akan datangnya tahun yang baru
Tapi aku ini manusia lama.
Pada wajahmu aku basuh mukaku
Berharap akan datangnya hidup yang baru
Walau aku tahu
Telah pernah tertulis
Tak ada yang baru di bawah tempurung langit
Tak ada yang baru di atas ceruk bumi.
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …