aku wanita biasa
by google
Wahai sang penguasa
Pijaklah bumi pertiwi ini dengan kewarasan kalian
Tataplah wajah negeri ini dengan kebeningan hati nurani kalian
Sentuhlah jelata dengan tubuh halal kalian
Suarakan jeritan rakyat dengan mulut wangi kalian
Kami, si jelata ini
Merindukan kalian dengan atribut sebagai penyambung lidah rakyat
Kami memilih kalian dengan kerelaan hati
Dengan harapan kelak kalian perjuangkan nasib kami
Tapi apa lacur
Kalian serupa serigala berbulu domba
Manis, di saat kau butuh kami
Namun buas kala kenyamanan bertengger di kepala kalian
Sadarlah dari ketidak warasan kalian
Sebelum hukum dunia menguliti kalian
Wahai Penjaga Negeri
Apalah arti kami bagi kalian
Si jelata yang tak punya uang
Si kere yang bisa saja kalian permainkan
Hanya sekedar pengisi lembar laporan kalian pada atasan
Tak sadarkah kalian
Sumpah kalian pada negeri tuk menjaga ibu pertiwi
Telah kau nodai dengan sifat rakusmu pada materi
Arogansi kalian telah mematahkan kepercayaan kami
Ketidak adilan kalian terbitkan air mata berjuta rakyat negeri
Sikap kalian menumbuhkan serapah dari mereka yang kau dzolimi
Wahai Pengelola dan Penjaga Negeri
Akan kalian bawa kemana negeri ini
Sedang suara kami sebagai anak negeri
Telah kalian kubur dalam pusara keserakahanmu
****************
mari selamatkan negeri dari tragedi
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …