Telunjuk membimbing mata kepada rembulan, seperti kata-kata membimbing jiwa pada kebenaran. Tetapi telunjuk bukanlah rembulan dan kata-kata bukanlah kebenaran. Hidup adalah menyusun aksara menjadi makna.
Baru saja aku dengar suaramu di radio
Aku menyambar kamera ingin memotretnya
Lalu
Akan aku pandangi foto suaramu sambil minum kopi pahit
Tapi
Kau telah tiada
Mungkin kau sedang membuat cinta
Dan
Aku sadar apel hijau serta pulsa telpon ku telah habis
Ternyata
Hidup hanyalah sekumpulan kebetulan belaka.
————–
[the page of www.kompasiana.com says: minimal 70 kata untuk posting. jumlah kata anda sekarang 47 kurang 23 kata pada tulisan anda]
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …