aku wanita biasa
Lelaki tua itu masih disana
Tatapan matanya sedingin salju
Di gurat wajahnya tersimpan sejuta tanya
Bertelanjang dada dan berhias cambang lebat
Tak peduli meski dingin menyentuh tubuh kurusnya
Tak hirau lalu lalang mata memandang curiga padanya
Dia tetap tak bergeming dari semedinya
Dia tetap ucapkan mantra dalam gumam yang parau
Sesekali syair macapat keluar dari bibir kelunya
Lelaki tua yang masih bersahaja dalam rentanya
Kukuh dalam kesendirian
Hanya berteman dengan desir angin
Namun itu adalah damai yang dia rindui
Agar bisa mengenang kekasih yang pernah ada
******
macapat : syair religi berbahasa jawa
Sindoro,4 Febuary 2012
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …