Kuberikan apel padamu dan kau ganti dengan sebungkus kacang http://hudenizia.blogspot.com
Setiap kata yang terungkap Itu dirimu Meski lirih tak terungkap
Setiap angan yang tergambar Itu juga dirimu Meski berbatas dan memudar
Dan setiap tingkah yang menggila Lagi lagi itu dirimu Meski sadarku menepisnya
Argh sungguh mendalam rasaku Menghias relung mengarak riang Berlukis senyum yang memadu Berbinar bahagia yang terawang
Dan sungguh aku kehilangan nyaliku Dia sembunyi di baliktakutku Membias kata yang hampir terucap Terpendam rasa memcah harap
Aku semakin hilang asa Memilikimu hanya angan tak berguna Hanya bayang semu coba membiusku Pada bimbang yang membiusku
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …