aku wanita biasa
by google
Kulihat sinar membias pelangi di matamu
Saat kau menatapku di ambang senja
Lalu tembang indah berlagu di hatiku
Pusaran waktupun seakan tak beranjak
Hingga kelam bangunkan aku dari ketertegunanku akanmu
Tiba tiba saja cahaya itu memudar
Terurai lepas bersama rinai
Pandanganmu meredup
Melumat gulanaku yang kini bercampur ragu
Apakah gerangan yang membuat sendu berkibar di jiwamu
Sedang pelukanku masih menghangat di tubuhmu
Aku tak ingin waktu melibas asa
Yang pernah kita torehkan pada selembaran daun sirih
Juga impian syahdu yang kita tancapkan di ujung pasak
Akankah rubuh bersama bilik yang kita rangkai berdua
Sungguh aku selalu gundah
Saat cahaya matamu meredup
************
dini hari dalam kabut Sumbing
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …