"aku menghidupkan tubuhku, aku adalah tubuhku yang menunjukkan pikiranku". -Sartre-
Aku tak merasa kalah dalam penantian ini
Aku hanya merasa lelah yang teramat sangat
Setelah mengurung hatiku dalam cinta yang tak pernah terjawab
Aku seperti sesusuk duri
Yang tak pernah kusadari seberapa dalam meninggalkan luka perih
Menikmati rasa sakitnya
Sampai tak terasa lagi luka telah mengalirkan darah
Begitu dalamnya cinta menghujam hati
Hingga tak bisa lagi kubedakan mana tangis, mana tawa
Keduanya menyatu dalam butiran nelangsa
Terbata dalam kata, tertatih dalam jejaknya
Dan tersia-sia tanpa rekah bahagia
Aku mungkin belum kalah
Tapi yang pasti aku mulai kecewa
Membawa kakiku berjalan menjauh dari cintamu
Perlahan tapi pasti
Tertahan tapi tak punya daya tuk kembali
Aku mungkin telah pergi
Tapi aku tak pernah lari darimu *Puisi ini cuma saduran, tapi tidak dengan hati ini kepadamu*
“Selamat Tinggal” Kemiskinan, Sabda Sang Kepala …