Alumnus STF Driyarkara, Jakarta, 2012, sekarang tinggal di Yogyakarta, simak pengalamannya di http://gordyafri.blogspot.com dan http://gordyafri2011.blogspot.com
Pelukan itu Amat membekas Ada cinta di dalamnya Yang tak terukur nilainya
Papa baru pulang Kami menunggu lama Hanya rindu yang terucap Kini rindu itu jadi nyata
Di pelabuhan itu Kami menunggu Namun, di rumah Kami menunggu berbulan-bulan
Hari ini Menjadi akhir penungguan kami Kami berpelukan mesra Dibalut cinta yang mendalam
Mama, aku, dan adik Menjemput papa Hanya karena rindu Dan cinta yang besar
Papa pergi sekian bulan lalu Setelah itu tak tahu kabarnya Mama selalu bilang ia bertugas Papa meninggalkan kami
Kini papa kembali Kami ingin memeluknya erat Kami rindu kasih sayang dari papa Papa masih cinta kami
Terima kasih papa Engkau ada bersama kami kembali Kami ingin membahagiakan papa Kami ingin papa mencintai kami
Papa rindu kami kan? Demi tugas papa pergi Cinta buah hati Dipendam sementara
Kini cinta itu Akan terungkap Dalam rupa ciuman Dan pelukan mesra
Papa…..kami mencintaimu…
*suara hati anak prajurit Dibuat setelah melihat gambar di KOMPAS hari ini
PA, 1/3/13 Gordi
LHI Mungkin Bebas, Ini Syaratnya
Ruhut Memang Ajaib: Jokowi Tukang Mebel yang Tidak Pantas …
Siapa Kompasianer Liberal Cupu?
Jokowi Capres, Ruhut Kebakaran Jenggot
Hindari Lapak Tukang Hapus Komentar…!!!
Follower Fatin 37% Abal-abal? Hoax!
Perdagangan Perempuan Pengungsi Dari Suriah…
Tukang Mebel Tidak Pantas jadi Presiden Indonesia
Pilih Mana, Debat Agama atau Dialog Agama
Pemahaman Paksa Radikalisme Agama dan Intoleransi Warga …